merindui hujan
yang kini jarang-jarang berkunjung
dahulunya peneman siang dan malam
tanpa berpenghujung
merindui hujan
bila bertemu antara kaca dan matahari
terbitnya pelangi
menghias sepenjuru langit
muncul lah kembali
wahai kamu titik-titik kerdilku
memberati awan-awan putih
yang sunyi dan rindu tinta mendung kelabu
kembalilah
kembalilah
kembalilah!